Fakta Film Anak Garuda

Fakta Film Anak Garuda – Film Anak Garuda karya perdana rumah produksi Butterfly Pictures ini akan dirilis pada tanggal 16 Januari 2020. Film Anak Garuda ini merupakan karya perdana yang langsung digarap oleh alumni dan juga anak-anak Sekolah Selamat Pagi Indonesia. Berangkat dari kisah nyata 7 alumni Sekolah Selamat Pagi Indonesia pada awal berdiri.

Singkat cerita, pada saat Julianto Eka Putra, yang ialah sang inisiator mengajak tujuh anak dengan latar belakang berbeda yaitu Sheren, Olfa, Wayan, Dila, Sayidah, Yohana dan Robet menjadi satu tim yang membantu mengelola operasional sekolah dan unit-unit bisnis. Adapun, nama Sheren, Olfa, Wayan, Dila, Sayidah, Yohana, dan juga Robet. Sementara itu, Yohana Yusuf selaku produser dan juga alumni dari Sekolah SPI menyampaikan rasa terima kasih atas penayangan film tersebut.

Dunia perfilman Tanah Air dalam masa tidak kehausan karya-karya bagus. Deretan wajah segar dari para aktor dan aktris juga sukses menyedot peminat layar perak dari segala penjuru Indonesia. Kisah percintaan hingga perjuangan hidup yang inspiratif silih berganti menghiasi bioskop.

Kabar terbaru, film kegigihan anak muda Indonesia meraih mimpi akan dipertontonkan pada awal tahun 2020. Tidak lain ialah film Anak Garuda produksi Butterfly Pictures. judi slot

Film Anak Garuda ini digadang-gadang akan membakar semangat generasi muda Indonesia berjuang meraih mimpi. Bagaimana tidak? Jalan cerita film Anak Garuda merupakan kisah nyata dari tujuh anak yang berasal dari kaum marjinal atau terpinggirkan.

Ya, film Anak Garuda menyuguhkan kisah transformasi siswa-siswi Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Batu, Malang, Jawa Timur. Untuk diketahui, sekolah gratis yang peruntukkan bagi kalangan miskin ini pernah meraih penghargaan Kick Andy Heroes tahun 2018.

Executive Director Butterfly Pictures yang bernama Yohana Yusuf dalam jumpa awak media di Jakarta, Kamis (22/8), menuturkan bahwa sebagian besar siswa-siswi sekolah SPI berlatar belakang yatim-piatu dan kaum dhuafa.

“Mereka terbiasa dihina, ditertawakan, mengalami kepahitan hidup, terpinggirkan, minder dan terpuruk, tetapi setelah menjadi siswa di Sekolah SPI, mereka bertransformasi menjadi anak-anak garuda yang terbang menatap matahari, mereka belajar bagaimana mengatasi perbedaan (suku, ras, agama), dan juga mengatasi luka batin dan kepahitan hidup yang pernah mereka alami, serta menjadi pengendali bagi diri mereka sendiri dan segala masalahnya (minder, kemarahan, kebencian, iri hati, dan sebagainya),” ucap Yohana selaku Co-Producer film sekaligus alumni Sekolah SPI.

Fakta Film Anak Garuda

Lantas apa keistimewaan dari film yang diproduseri aktor kawakan Verdi Solaiman ini?

1. Film karya divisi usaha Sekolah SPI.

Anak Garuda adalah film yang diproduksi divisi usaha terbaru Sekolah SPI, Butterfly Pictures. Divisi dari sekolah yang didirikan oleh Julianto Eka Putra ini mengkhususkan diri memproduksi film.

Seperti divisi usaha Sekolah SPI lainnya, unit bisnis ini juga dikelola langsung oleh alumni Sekolah SPI sambil menggandeng aktor watak papan atas Verdi Solaiman sebagai produser.

2. Diangkat dari kisah tujuh tokoh alumni Sekolah SPI.

Film ini Anak Garuda akan menyuguhkan kisah nyata dari tujuh alumni Sekolah SPI yang datang dari keluarga tidak mampu, untuk bersama mengubah nasib dan memutus rantai kemiskinan di keluarga mereka, hingga menjadi wirausahawan sukses. Mereka antara lain Olfa, Robet, Yohana, Dila, Sayyidah, Wayan, dan Sheren.

Para alumni inilah yang mengelola divisi usaha sendiri dan masing-masing beromzet miliaran rupiah. Hasilnya digunakan kembali untuk mengelola Sekolah SPI.

Akan ada banyak nilai yang dapat diambil dari film Anak Garuda ini, antara lain jatuh bangun berwirausaha, belajar makna leadership (kepemimpinan) dan team work (kerja sama tim), dan lain-lain.

3. Digarap sosok-sosok bertangan dingin dalam dunia film.

Tidak dapat dipandang sebelah mata, skenario film Anak Garuda ditulis Alim Sudio yang pernah melambungkan film laris Surga yang Tak Dirindukan. Berlaku sebagai sutradara adalah Faozan Rizal yang sudah melenggang sukses menyutradarai Habibie-Ainun dan mengantarkan film ini meraih Piala Citra sebagai film Indonesia terbaik pada tahun 2013. Sementara sang produser ialah Verdi Solaiman yang telah banyak membintangi film berkualitas Indonesia, seperti The Raid, Java Heat, Message Man, dan lain sebagainya.

Kisah inspiratif yang disuguhkan film Anak Garuda memberikan kesan tersendiri bagi Verdi. Dia takjub dengan perjuangan siswa-siswi Sekolah SPI yang berjuang dari titik nol hingga menjadi berhasil dan memutus rantai kemiskinan dari keluarga mereka.

“Kisah perjuangan anak-anak ini yang menurut saya harus disampaikan ke seluruh Indonesia, sebuah manifestasi sempurna dari Impian Indonesia (Indonesian Dream),” ucap Verdi.

4. Melibatkan aktor dan aktris berbakat Tanah Air.

Sederet aktor dan juga aktris Tanah Air akan memerankan tujuh tokoh nyata Sekolah SPI. Tissa Biani akan berperan sebagai Sayyidah, Violla Georgie akan berperan sebagai Yohana, Ajil Ditto sebagai Robet, Clairine Clay sebagai Olfa, Geraldy Kreckhoff sebagai Wayan, Rania Putrisari sebagai Sheren, Rebecca Klopper sebagai Dila dan juga Kiki Narendra yang berperan sebagai Koh Jul, atau Julianto Eka Putra.

Bagi Tissa Biani yang berperan sebagai Sayyidah mengaku bahwa peran Sayyidah memberikan tantangan sendiri bagi kariernya.

“Sayyidah adalah tokoh yang tidak pernah kehabisan ide dan semangat untuk maju, meskipun berangkat dari kondisi yang terpuruk, bahkan saat kecelakaan hampir merenggut nyawanya, tidak mampu menghentikan semangatnya untuk maju,” ungkap Tissa Biani.

Fakta Film Anak Garuda 1

5. Kisah petualangan Anak Garuda juga bisa dinikmati dalam bentuk webtoon.

Sambil menunggu film Anak Garuda tayang, Sobat Brilio dapat menikmati kisah ketujuh sosok inspiratif Sekolah SPI di kanal Line Webtoon berjudul Anak Garuda sejak 17 Mei 2019 lalu.

Cerita episode terbaru terbit tiap pada hari Jumat, dan totalnya terdapat 24 chapter yang akan ditayangkan selama 6 bulan, sejak penayangan perdana pada Mei lalu.

6. Mendapuk grup band COKELAT mengisi original soundtrack.

Untuk menambah gereget kisah film Anak Garuda, Julianto Eka Putra menulis lagu berjudul sama. Grup band COKELAT lah yang didapuk membawakannya. Lagu ini sudah dapat didengarkan di platform streaming musik daring seperti Joox dan Spotify sejak 16 Agustus lalu.

Menurut Edwin Marshall, gitaris COKELAT, grupnya dan Sekolah SPI memiliki niat yang sama membangun Indonesia.

“COKELAT meyakini, sebagai orang Indonesia, kita harus berkontribusi untuk bangsa kita. Karena COKELAT musisi, jadi yang dapat kita lakukan paling nyata adalah lewat musik. Mudah-mudahan hasil kolaborasi ini bisa menjadi penyemangat lagi, setelah bangsa kita sempat ‘terpecah terbagi dua’,” ujarnya.

7. Spirit tangguh dan bertransformasi menjadi pribadi bernilai

Banyak pihak terlibat yang terkesan dalam pembuatan film ini, tak terkecuali sang penulis skenario.

Ditargetkan menyentuh berbagai kalangan seperti anak muda, orangtua, guru, hingga sampai pemimpin, Alim Sudio mengamini jika Anak Garuda akan memberi inspirasi untuk memiliki spirit Anak Garuda yang tangguh dan pantang menyerah, mempunyai mental warrior yang siap menaklukkan setiap masalah dalam hidup, membangun team work dan persahabatan, hingga menjadi pemimpin yang bersahaja.

“Bagi orang tua, guru dan pemimpin, film Anak Garuda ini mengisahkan bagaimana Julianto Eka Putra sebagai mentor memiliki metode yang unik dalam menangani anak-anak yatim piatu dengan banyak luka batin dan kepahitan hidup, lalu mentransformasi mereka menjadi pribadi yang bernilai,” ungkap Alim Sudio.

Film Habibie dan Ainun 3

Film Habibie dan Ainun 3 – Habibie dan Ainun yang dirilis 7 tahun silam hingga saat ini menjadi film terlaris kelima sepanjang sejarah. Film Habibie dan Ainun mengumpulkan 4,5 juta penonton, film ini melahirkan Rudy Habibie (2016) serta Habibie dan Ainun 3 yang memotret masa muda dari Ainun.

Film Habibie dan Ainun 3 masih menempatkan Reza Rahadian sebagai pemeran utama sekaligus pengantar cerita. Lepas dari Bunga Citra Lestari, tokoh Ainun dipercayakan pada Maudy Ayunda.

Film Habibie dan Ainun 3 memulai cerita dari masa kini, sebelum Habibie mangkat. Naskah film Habibie dan Ainun 3 dipoles Ifan Ismail yang dulu menulis Habibie dan Ainun (2012) dan berbuah Piala Citra.

1. Kisah Ainun

Dikisahkan, Habibie (Reza) berkumpul bersama dua anaknya, Ilham (Mike) dan Thariq (Tegar), menantu, dan para cucu. Saat makan malam, salah satu cucu Habibie, Tiffany (Anodya) penasaran dengan Eyang Putrinya. Habibie lantas bercerita soal masa kecil Ainun (Maudy). Ainun anak seorang bidan Besari (Marcella). gaple online

Ia ingin kuliah di Fakultas Kedokteran Univesitas Indonesia. Mimpinya terwujud. Jadi mahasiswa, Ainun berteman dengan Arlis (Aghniny). Suatu hari, ia bertemu Ahmad (Jefri) anak Fakultas Hukum UI. Ainun dan Ahmad jatuh hati. Rupanya, Ahmad anak Profesor Husodo (Arswendy), dosen Ainun yang terkenal tegas sekaligus dingin. Saat piknik ke pantai, Ainun menanyai Ahmad soal rencana masa depan. Sayang, jawaban Ahmad tak sesuai harapan.

Di pantai itu, seorang anak memainkan pesawat dari kertas. Saat itulah, Ainun teringat teman SMA-nya, Rudy Habibie. Kepada Ainun, Rudy berencana ingin kuliah konstruksi pesawat di Jerman lalu kembali untuk membangun Pertiwi. Ia ingin membuat pesawat yang memudahkan transportasi lintas pulau.

Film Habibie dan Ainun 3

2. Tidak Hitam, Tidak Putih

Ditangani penulis yang dulu mempertemukan Habibie dan Ainun di layar lebar, alur film ini mengalir lancar. Yang menarik dari Habibie dan Ainun 3 penokohan yang bersahaja, menghindari kesan dramatis maupun emosional, dan menempatkan para karakter di titik realistis.

Tak ada hitam dan putih layaknya sinetron karena setiap karakter datang dengan latar dan motivasi. Hanya, latar dan motivasi setiap tokoh dijabarkan dengan teknik berbeda. Ainun, Habibie, dan Ahmad jelas mendapat porsi lebih. Latar mereka sebening Kristal. Di belakang mereka ada sosok-sosok yang membentuk.

Sementara tokoh Agus yang tampak antagonis, punya alasan mengapa emosinya mudah meledak dan menjadikan orang tertentu musuh. Latar belakang dijelaskan secara lisan namun ia jadi riak. Kehidupan Ainun yang adem ayem terasa punya gejolak olehnya. Agus hadir sebagai pembanding, yang memungkinkan penonton menentukan sikap kepada siapa simpati mesti diberikan.

3. Maudy Menjelma, Kamera Membingkai

Di sisi lain, kisah cinta Ainun dan Ahmad yang dikemas elegan. Cinta keduanya dijahit untuk menghindari konflik receh seperti salah paham, cemburu, restu orang tua, atau gesekan kasta. Menyentuh prinsip, sudut pandang, dan masa depan, pertalian Ainun dan Ahmad unik.

Intepretasi Maudy sebagai Ainun pun pas. Wajahnya tidak mirip mendiang Ainun. Bahkan, bagi kami struktur wajah BCL lebih mendekati. Namun ada beberapa adegan close-up dengan angle tertentu yang membuat wajah Maudy tampak lebih bulat dan itu mengingatkan kami pada Ibu Ainun. Maudy menjelma, kamera membingkai.

4. Pencuri Perhatian Lainnya

Yang juga mencuri perhatian, Jefri Nichol. Di tangan Jefri, Ahmad lebih dari sekadar tampan. Kalau cuma tampan, kami kok percaya di zaman itu, UI tak kekurangan stok mahasiswa uwu. Ada karisma yang memancar dari wajah Jefri. Pembawaan Ahmad serta jalan pikirannya yang eksentrik membuat Ainun mau mendekat.

Lalu ada satu adegan penentu yang menyadarkan kita bahwa dalam cinta, ketertarikan fisik saja tidak cukup. “Kita berada dalam buku yang sama tapi halaman berbeda,” kata Ainun.

Kesimpulan pahit ini direspons Ahmad dengan teriakan tanda kecewa. Sementara Ainun punya cara sendiri untuk mengekspresikan sedihnya.

5. Beda dan Lebih Berkelas

Bagi kami, kisah cinta di Habibie dan Ainun 3 beda dan lebih berkelas. Kedalaman emosi tak hanya digambarkan lewat tangisan atau dialog berapi-api. Ia juga tidak mengkhotbahi kita soal nasionalisme seperti di Rudy Habibie. Film ini membawa cinta Tanah Air sebagai sesuatu yang dekat, disampaikan layaknya sedang curhat dengan sahabat.

Habibie dan Ainun (2012) menyadarkan kita soal cinta sejati. Kaya emosi dan konflik. Ia membuat penonton menangis di bioskop. Habibie dan Ainun 3 punya cara sendiri memainkan emosi penonton. Fokusnya ada di Ainun dan bagaimana jati dirinya terbentuk. Untuk membentuk orang besar tak harus dengan momen-momen besar.

Kita melihat karakter Ainun dari kecil, saat ia menyanyikan “tak lela-lela-lela ledung.” Lalu hatinya tergerak belas kasih. Ia kembali mekar bersama tangis tanpa kata di lorong rumah sakit dan setumpuk momen kecil lain yang membuat mata penonton berkaca dan jantung berdesir.

6. Calon Box Office

Dalam rentetan momen itulah, kita melihat tangan dingin Hanung bermain. Bagi yang kadung jatuh hati dengan Habibie dan Ainun (2012) mungkin merasa film ini kurang bergejolak. Namun percayalah bahwa ada generasi lain di luar sana yang siap dirangkul Habibie dan Ainun 3.

Habibie dan Ainun 3 salah satu calon box office yang diharapkan menjadi penutup manis akhir tahun ini. Menilik aspek efek visual, artistik, dan akting, film ini sangat mungkin menjadi nomine di sejumlah festival film tahun depan.

7. Satu Juta Orang Jadi Saksi

Dalam video itu tertera keterangan, “1.000.000 orang menjadi saksi cinta sejati.” Manoj Punjabi menuliskan status teks, “Terima kasih! Sampai saat ini sudah 1.000.000 penonton menjadi saksi cinta sejati #HabibieAinun3.”

Produser film Surga Yang Tak Dirindukan dan Danur itu membubuhkan emotikon hati merah.

Film Habibie dan Ainun 3 1

Mengingat liburan baru dimulai, peluang Habibie dan Ainun 3 menyentuh 2 juta penonton terbuka lebar.

Pemain:

– Maudy Ayunda sebagai Ainun

– Basmalah Gralind sebagai Ainun kecil

– Jefri Nichol sebagai Ahmad

– Reza Rahadian sebagai Habibie

– Lukman Sardi sebagai Mohammad Besari

– Marcella Zalianty sebagai Sadarmi Besari

– Arswendy Bening Swara sebagai Husodo

– Jennifer Coppen sebagai Dina

– Rebecca Klopper sebagai Henny

– Teuku Ryzki sebagai Wiratman

– Eric Febrian sebagai Liem Keng Kie

– Aghniny Haque sebagai Arlis

– Arya Saloka sebagai Agus

– Kevin Ardilova sebagai Soelarto

– Mike Lucock sebagai Ilham Habibie

– Diandra Agatha sebagai Nadia

– Angga Aldi Yunanda sebagai Muhammad Pasha Nur Fauzan

– Jourdy Pranata sebagai Bambang

– Anodya Shula Neona Ayu sebagai Tifani

– Irsyadillah sebagai Dicky Zulkarnaen

– Tiffanie Habibie sebagai Lawan Kasti Ainun

– Carmela van der Kruk sebagai Mieke Wijaya

– Tegar Satrya sebagai Thoriq Habibie

– Amaranggana

– Alia Miranti

– Rayensyah Rassya Hidayah

– Haura Lathifa Rizky

– Graciella Abigail

– Manoj Punjabi juga terlibat sebagai cameo.

Produser: Manoj Punjabi

Sutradara: Hanung Bramanstyo

Penulis: Ifan Ismail

Produksi: MD Pictures

Durasi: 2 jam, 1 menit

Fakta Kristen Stewart Dalam Film Underwater

Fakta Kristen Stewart Dalam Film Underwater – Film Underwater tahun 2020, baru saja dirilis pada tanggal 10 Januari 2020 kemarin dan saat ini telah tayang di bioskop Indonesia.

Film bergenre horor fiksi ilmiah ini disutradarai oleh William Eubank serta ditulis oleh Brian Duffield dan Adam Cozad.

Underwater telah dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 10 Januari 2020 oleh 20th Century Fox.

Film Underwater menceritakan tentang penelitian potensi bawah laut yang dilakukan oleh sekelompok peneliti Norah Pirce, Emily Haversham, Paul Abel, Liam Smith, Rodrigo Nagenda, hingga sang Kapten Lucien.

Penelitian tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat menjangkau kedalaman perut bumi di dalam perairan.

Tak segan-segan mereka pun turun ke laut dengan jarak yang begitu dalam.

Namun sayangnya, di tengah-tengah penelitian terjadi sebuah peristiwa alam.

Hal tersebut membuat laboratorium serta kendaraan mereka rusak parah.

Satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah mereka harus mengenakan pakaian bertekanan dan berjalan satu mil melintasi dasar laut ke Stasiun Roebuck 641.

Mereka memulai perjalanan tersebut, namun tiba-tiba helm Rodrigo rusak dan retak karena tekanan sehingga kejadian tersebut terpaksa membunuhnya secara instan.

Fakta Kristen Stewart Dalam Film Underwater

Tim yang tersisa mendengar suar marabahaya berbunyi, lalu Smith dan Paul keluar untuk menyelidikinya.

Ketika mereka berdua tiba diluar, polong telah robek terbuka dan ada mayat di puing-puing.

Paul memeriksanya dan seketika ada makhluk yang menyerangnya.

Smith berhasil menembak dan membunuh makhluk tersebut lalu membawanya untuk diperiksa.

Haversham menyadari bahwa itu adalah bagian dari spesies yang sebelumnya belum pernah ditemukan sebelumnya.

Kelima orang tersebut melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Roebuck 641.

Mereka berjalan melalui terowongan akses, dan Paul diserang oleh monster pemangsa laut yang mengerikan dan diseret ke dalam air lalu terbunuh.

Sebelum meninggalkan terowongan akses, tim yang tersisa menemukan bahwa pod oksigen Smith rusak dan menyebabkan dia harus menghirup asap beracun.

Price, Lucien dan Haversham sepakat untuk membantunya berjalan.

Empat anggota tim yang tersisa terus melanjutkan perjalanan, bagaimana kisah mereka selanjutnya?

Apakah berhasil sampai ke Stasiun Roebuck 641 dengan selamat?

Tonton kisah selengkapnya hanya di bioskop kesayangan Anda.

Daftar Pemain Film Underwater:

– Kristen Stewart sebagai Norah Price

– Vincent Cassel sebagai Kapten Lucien

– TJ Miller sebagai Paul Abel

– Jessica Henwick sebagai Emily Haversham

– John Gallagher Jr sebagai Liam Smith

– Mamoudou Athie sebagai Rodrigo Nagenda

– Gunner Wright sebagai Lee Miller

Akan tayang besok, Rabu 8 Januari 2020, film Underwater menjadi salah satu film yang cukup dinantikan di tahun 2020 ini. Pasalnya, dari trailer yang disuguhkan, film ini sudah mengundang rasa penasaran. Ditambah lagi, Underwater menawarkan aksi bintang ternama yaitu Kristen Stewart yang belum lama ini kembali lewat film Charlie’s Angels.

Apa saja yang tidak boleh dilewatkan dari film Underwater, berikut beberapa faktanya.

1. Kisah di balik layar

Sutradara yang bernama William Eubank membagikan video di balik layar pembuatan Uderwater yang diunggah 20th Century Fox di akun media sosial mereka. Video dengan judul The Making of Underwater itu mengungkap tentang bagaimana film Underwater dibuat dengan memadukan beberapa teknologi sekaligus. “Underwater ialah hasil perpaduan berbagai teknologi berbeda dan juga berbagai tantangan fisik yang berbeda,” ujar William.

2. Kostum

Kostum yang digunakan cukup berat, sekitar 65 kilogram.

Kristen Stewart yang berperan sebagai Norah Price harus berlari dengan kostum seberat 65 kilogram, sementara berat badannya hanya 50 kilogram.

“Aku bahkan tak dapat maju dua langkah, aku tidak paham apa maksudmu (sutradara) menyuruhku berlari,” kata Kristen Stewart dalam video.

Hal serupa juga dialami oleh John Gallagher yang berperan sebagai Liam Smith.

“Hari pertama aku mengenakan kostumnya, dibenakku aku berpikir tidak akan sanggup menyelesaikan film ini,” kata Gallagher.

Begitupun dengan Jessica Henwick yang memerankan karakter bernama Emily Haversham.

“Ini adalah syuting terberat yang pernah aku lakulan dalam hidupku,” ucap Jessica.

3. Set syuting

Ingin filmnya sempurna, William Eubank menyulap suasana di dalam air yang menegangkan agar terlihat nyata dan masuk akal.

“Maka kami membangun set raksasa ini dengan kolam air besar,” ucap William.

Untuk menciptakan kesan ketegangan, bahaya dan klaustrofobia yang sesungguhnya, terlihat kru film benar- benar berusaha mewujudkannya.

4. Film tentang Klaustrofobia

Underwater adalah film horor fiksi ilmiah asal Amerika Serikat yang menceritakan tentang kru peneliti bawah laut yang harus berhadapan dengan makhluk kelaparan.

Makhluk tersebut tiba-tiba muncul setelah terjadinya gempa bumi, dan ikut menghancurkan laboratorium bawah tanah mereka.

5. Produksi cukup lama

Pembuatan film ini juga membutuhkan waktu yang lumayan lama. Kristen Stewart diumumkan bakal membintangi film yang naskahnya ditulis oleh Brian Duffieldsejak tahun 2017.

Selain Stewart, Underwater juga dibintangi oleh Vincent Cassel sebagai Kapten, T.J. Miller sebagai Paul, Jessica Henwick sebagai Emily Haversham.

6. Petualangan bawah laut

Jauh di kedalaman laut, ternyata ada kehidupan. Di mana para ilmuwan harus bertahan hidup dan mencari jalan keluar sesudah gempa bumi terjadi di dasar laut.

Kapal bawah laut mengalami kerusakan parah sesudah terjadi peristiwa yang diduga gempa bumi itu.

Bahkan sejak awal, penonton telah disuguhkan adegan menegangkan dari Kristen Stewart.

Siap-siap untuk menahan napas selama film berlangsung, banyak adegan menegangkan di sini.

Fakta Kristen Stewart Dalam Film Underwater 1

7. Peran berbeda dari Kristen Stewart

Sukses dengan perannya sebagai Sabina Wilson di dalam film Charlie’s Angels, Kristen lalu kembali dengan karakter yang lebih tangguh sebab tuntutan keadaan.

Berperan sebagai Norah Price yang merupakan seorang peneliti yang bekerja di bagian teknisi di sebuah lembaga riset, Kristen menampilkan sisi lain seorang wanita yang berjuang untuk hidup.

Walau pun melalui banyak kesulitan karena harus berhadapan dengan makhluk asing dan kehilangan banyak teman.

8. Potong rambut

Sempat mempunyai rambut pendek dengan model pixie saat berperan di Charlie’s Angels, Kristen memilih untuk semakin memangkas habis rambutnya dengan model cepak untuk berperan dalam film Underwater.

Kabarnya ide memotong rambut tersebut justru datang dari Kristen.

Begitu pun dengan warna rambut pirang yang dipilih Kristen untuk memerankan karakter Norah.

9. Satu-satunya aktris pilihan tim sutradara

Pada sejak awal pertemuan sutradara Eubank dan tim produser, mereka sepakat bahwa Kristen Stewart ialah satu-satunya aktris yang mampu memerankan karakter Norah Price dengan sempurna.

“Dia adalah sosok yang sangat dramatis, dan begitu karismatik,” kata Eubank.

“Wajahnya, bahkan tanpa dialog sekalipun, mampu berbicara. Banyak hal yang bisa dia tampilkan dengan sangat natural dengan hanya melalui ekspresi wajah. Hal inilah yang membuat karakternya kuat.”

10. Menanggung beban puluhan kilo dalam proses pembuatan Underwater

Kristen Stewart mengungkapkan bahwa kostum dan lokasi syuting adalah hal yang terberat selama proses pembuatan.

“Saya harus menggunakan kostum dengan berat lebih dari 50 kg setiap harinya. Saya tak mampu berjalan dua langkah tanpa berkeringat,” ujar Stewart.

Cerita Nyata Film Bombshell

Cerita Nyata Film Bombshell – Film Bombshell akhirnya tayang di Indonesia mulai Jumat tanggal 27 Desember 2019. Film Bombshell ini menjadi banyak perbincangan, sebab mengangkat cerita tentang skandal pelecehan seksual menggemparkan yang terjadi di Fox News dan melibatkan mantan bosnya, Roger Ailes.

Dia mundur dari jabatannya tersebut pada tahun 2016 setelah lebih dari 20 wanita melaporkannya atas tindakan pelecehan seksual. Meski begitu, Ailes tidak pernah mau mengakui perbuatannya hingga akhir hayat.

Lantas seperti apa cerita nyata soal pelecehan seksual yang melandasi film Bombshell ini? Apa yang terjadi di Fox News dan apa yang dilakukan sang CEO, Roger Ailes?

Roger Ailes merupakan salah satu orang dengan pengaruh yang kuat di Amerika. Ia adalah CEO dari Fox News yang selama 20 tahun membantu membentuk opini publik dalam pemilihan umum dan berbagai agenda di negara tersebut. Dalam film Bombshell, Roger Ailers diperankan oleh John Lithgow.

Terungkapnya skandal Ailes dimulai ketika Gretchen Carlson (diperankan Nicole Kidman) mulai ambil tindakan atas tingkah menjijikan pria itu kepadanya. Carlson adalah mentan pembawa acara dalam stasiun televisi tersebut yang mengaku kerap menerima pelecehan seksual dari Ailes.

Roger Ailes sering mengomentari bentuk tubuh dan penampilannya. Ia juga meminta Carlson untuk memakai pakaian ketat saat sedang on air. Ketika ia mengeluh tentang rekan prianya yang bicara merendahkan, Ailes malah mengabaikan klaimnya dan menudingnya sebagai pembenci pria.

Dalam berbagai pertemuan, Roger Ailes sering meminta para wanita berpose untuk ia nilai. Banyak pegawai wanita yang diminta untuk melayani nafsu berahinya. Mengutip Intelligencer, ia menghabiskan jutaan dolar AS untuk menyelesaikan aduan kepadanya dan melakukan pengawasan pada mereka yang berisiko melawannya.

Sadar tak mudah untuk melawan Roger Ailes, Carlson mengumpulkan bukti-bukti selama satu tahun untuk mendukung laporannya. Pada 2014, ia mulai merekam aksi pelecehan seksual yang dilakukan Ailes lewat iPhone-nya secara sembunyi-sembunyi. Meski punya bukti yang cukup, perjuangan Carlson belum selesai.

Cerita Nyata Film Bombshell

Carlson kemudian menyewa pengacara untuk menangani kasusnya. Alih-alih menggugat Fox, Gretchen Carlson hanya menggugat Roger Ailes secara personal. Carlson kemudian dipecat pada Juli 2016, di hari ketika kontraknya habis. Tak mundur, ia malah terus menunjukkan tajinya, bahkan sampai memasang software khusus di ponselnya agar Ailes dan Fox tak bisa mengacaukannya.

Setelah gugatan masuk, tanpa diduga, enam orang wanita muncul dan ikut mengungkap pelecehan seksual yang dilakukan Roger Ailes. Bahkan, ada juga yang membantu menyediakan investigasi khusus untuk masalah ini.

Menyikapi masalah tersebut, Roger Ailes dan istrinya membantah. Mereka balik mengatakan, bahwa orang-orang itu mencoba memersekusinya.

Sepanjang investigasi, makin banyak pegawai Fox yang buka suara, termasuk Megyn Kelly (yang diperankan Charlize Theron dalam Bombshell). Kelly dijuluki sebagai wajah masa depan stasiun televisi tersebut saat itu. Ia mengungkap tingkah Roger Ailes padanya.

Megyn Kelly menyebut, Ailes mengomentari payudaranya dan pernah mencoba menggenggam dan mencium bibirnya. Ia mengklaim, Ailes mengancam akan menghancurkan kariernya jika ia mengatakan hal tersebut pada orang lain.

Aksi saling serang terjadi. Istri Roger Ailes bahkan sampai merilis foto-foto syur Megyn Kelly untuk menjatuhkannya. Namun mereka tak gentar, sampai akhirnya Roger Ailes mengundurkan diri dan menjadi penasihat untuk Donald Trump hingga kematiannya pada 2017, di usianya yang ke-77 tahun.

Bombshell sebenanrnya bukan yang pertama kali mengangkat skandal seks Fox News ke layar lebar. Sebelumnya ada The Loudest Voice yang dibintangi Russell Crowe. Jika film tersebut memusatkan cerita pada Roger Ailes, Bombshell akan lebih bicara soal para wanita ini dalam menyikapi krisis di lingkungan kerja mereka.

Walau baru rilis, namun Bombshell mendapat respons positif dari penikmat dan pengamat film. Tak tanggung-tanggung, Bombshell telah menjadi nominasi di berbagai ajang penghargaan seperti Critics Choice Awards 2020, SAG Awards 2020, hingga Golden Globes 2020.

Sutradara: Jay Roach

Produser:

– Aaron L. Glibert

– Jay Roach

– Robert Graf

– Michelle Graham

– Charles Randolph

– Margaret Riley

– Charlize Theron

– AJ Dix

– Beth Kono

– Penulis Skenario:

– Charles Randolph

Pemain:

– Charlize Theron

– Nicole Kidman

– Margot Robbie

– John Lithgow

– Kate McKinnon

– Connie Britton

– Malcolm McDowell

– Allison Janney

Menjelang tahun baru 2020, Lionsgate merilis film yang berjudul Bombshell yang mengangkat tentang skandal heboh terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan mantan bos Fox News, Roger Ailes. Saat itu, salah satu korban pelecehan buka suara, yang tak lain adalah salah satu wajah terkenal dari kantor tersebut, Gretchen Carlson. Yang bikin film ini menarik untuk ditonton adalah karena diperankan oleh para aktris papan atas Hollywood, seperti Charlize Theron, Nicole Kidman, dan Margot Robbie.

1. Diangkat dari kisah nyata

Bombshell merupakan film yang berdasarkan kisah nyata skandal yang terjadi di Fox News yang melibatkan Eksekutif Produsernya yang bernama Roger Ailes dengan para perempuan jurnalis. Skandal yang menghebohkan jagat pertelevisian ini terjadi sekitar pada pertengahan tahun 2016. Alies diduga telah melakukan perbuatan itu sejak tahun 60-an saat ia masih menjadi produser eksekutif di The Mike Douglas Show. Salah satu jurnalis Fox News yang mengaku telah mendapat pelecehan adalah jurnalis yang bernama Megyn Kelly. Nggak hanya Kelly, Ailes diketahui telah melecehkan sekitar 20 perempuan.

2. Dibintangi oleh para pemenang Academy Award

Film garapan Jay Roach ini diperankan oleh jajaran artis yang pernah memenangkan dan mendapatkan nominasi di Academy Award, seperti Nicole Kidman (Gretchen Carlson), Charlize Theron (Megyn Kelly), John Lithgow (Roger Ailes), dan Margot Robbie (Kayla Pospisil). Selain itu, film Bombshell ini juga akan dibintangi oleh Malcolm Mcdowell, Allison Janney, Mark Duplass, Connie Britton, Alice Eve, dan Robe Delaney.

Cerita Nyata Film Bombshell 1

3. Karakter Kayla Pospisil adalah karakter tambahan

Dilansir dari esquire, karakter Kayla Pospisil yang diperankan oleh Margot Robbie merupakan satu-satunya karakter utama dalam film yang bersifat fiktif. Karakternya diciptakan untuk kebutuhan film dan merupakan kombinasi orang atau pengalaman di kehidupan nyata.

Dalam perannya, Pospisil adalah seorang associate producer yang pindah dari program Gretchen Carlson ke The O’Reilly Factor. Setelah pindah ke kru tim Bill O’Reilly, dia mengarahkan perhatiannya pada CEO Fox News yang bernama Roger Ailes, dengan harapan mendapatkan tempat di udara. Akan tetapi, setelah melakukan pertemuan dengan Ailes, Pospisil dilecehkan secara seksual dan diminta untuk menarik gaunnya hingga ke atas pinggang. Kemudian di film itu, terungkap bahwa ia diminta untuk memberikan bantuan seksual kepada Ailes. Ia adalah salah satu dari pelapor terakhir untuk maju sebelum Ailes dijatuhkan.

4. Direncanakan tayang pada 27 Desember 2019

Berdasarkan imdb, Bombshell rencananya akan tayang di seluruh bioskop tanah air pada tanggal 27 Desember mendatang. Pada Minggu penayangannya ini, sudah tentu banyak film menarik yang menjadi saingan sebagai penutup akhir tahun. Namun, jangan ragu ataupun bimbang, dengan trailer Bombshell yang menarik yaitu soal drama panas dan aktris-aktris top di dalamnya, film ini harus masuk sebagai film yang wajib kamu tonton ya guys.

Fakta Dari Film Bad Boys For Life

Fakta Dari Film Bad Boys For Life – Film Bad Boys for Life, yang adalah lanjutan dari film Bad Boys II sudah tayang.

FIlm Bad Boys for Life ini merupakan film seri ke tiga dari awal tayang Bad Boys pada tahun 1995 lalu.

Film Bad Boys for Life ini akan tayang pada tanggal 17 Februari 2020 mendatang di Indonesia.

Film ini bergenre aksi, komedi, kejahatan, dan juga thriller.

Syuting film Bad Boys for Life ini berada di Atlanta, Georgia, AS dan di Miami, Florida, AS.

Awal produksi film Bad Boys for LIfe ini diketahui mulai pada tanggal 14 Januari 2019.

Film ini memiliki durasi selama 123 menit.

Bad Boys for Life ini diproduksi oleh Columbia Pictures, 2.0 Entertainment, Don Simpson/ Jerry Bruckheimer Films dan Overbrook Entertainment.

Film Bad Boys for Live ini tidak disutradarai oleh Michael Bay.

Michael Bay sebelumnya menjadi sutradara dari film Bad Boys 2.

Film Bad Boys for Life ini dinahkodai oleh dua orang sutradara.

Film yang bersemboyan ‘Ride Together, Die Together’ ini disutradarai oleh Adil El Arbi dan juga Bilall Fallah.

Naskah film Bad Boys for Life ini ditulis oleh beberapa penulis yakni Chris Bremner, Peter Craig, Joe Carnahan, Peter Craig, Joe Carnahan, dan juga George Gallo.

Banyak artis papan atas yang membintangi film Bad Boys for Life ini.

Film ini dibintangi oleh artis handal seperti Will Smith, Martin Lawrence, Alexander Ludwig, Vanessa Hudgens, dan masih banyak lagi.

Fakta Dari Film Bad Boys For Life

Pada kali ini, Mike Lowrey dan juga Marcus Burnee kembali bersama untuk berkolaborasi di film terakhir Bad Boys for Life.

Film Bad Boys for Life ini bercerita tentang Marcus dan Mike yang tengah menghadapi masalah baru.

FIlm Bad Boys for Life ini membuat perubahan karir yang drastis.

Mereka berdua bergabung dengan tim elit yang dibuat AMMO dari departemen kepolisian Miami.

Tim ini dibuat untuk mengalahkan Armando Armas yang kejam.

Armando Armas dikenal sebagai pemimpin kejam kartel narkoba di Miami.

Berikut ini adalah aktor dan aktris yang membintangi film Bad Boys for Life:

– Will Smith berperan Sebagai Detective Mike Lowrey

– Alexander Ludwig berperan Sebagai Dorn

– Vanessa Hudgens berperan Sebagai Kelly

– Martin Lawrence berperan Sebagai Detective Marcus Burnett

– Joe Pantoliano berperan Sebagai Captain Howard

– Paola Nuñez berperan Sebagai Rita

– Charles Melton berperan Sebagai Rafe

– Kate del Castillo berperan Sebagai Isabel Aretas

– Happy Anderson berperan Sebagai Jenkins

– Emily Towles berperan Sebagai Hot Miami Model

– Melissa Kennemore berperan Sebagai Major Patel Miami PD

– Jennifer Badger berperan Sebagai Dr. Julie Weber

– Bianca Bethune berperan Sebagai Megan Burnett

– DJ Khaled

– Massi Furlan berperan Sebagai Lee Taglin

– Ivo Nandi Ivo Nandi berperan Sebagai Carver Remy

– Nicky Jam Nicky Jam berperan Sebagai Zway-Lo

– London Seabreeze berperan Sebagai Sexy Model

– Sharon Pfeiffer berperan Sebagai Tour Bus Guide, dan masih banyak lagi.

Jangan lewatkan film Bad Boys for Life aksi-komedi ini di bioskop andalan Anda.

Banyak adengan tembakan pada film Bad Boys for Life ini yang menambah keseruan dan ketegangannya.

Akan tetapi tidak menghilangkan sisi lawak di beberapa part pada saat terjadi kerusuhan.

Guyonan berkelas membuat film Bad Boys for Life ini tidak kehilangan keseriusannya.

Misi kedua orang yang kompak ini sangat berbahaya dan banyak membuat jantung berdebar.

Mike Lowrey yang diperankan oleh Will Smith cenderung memiliki karakter yang serius akan tetapi santai.

Berbeda dengan Marcus Burnett yang diperankan oleh Martin Lawrence.

Marcus cenderung memiliki karakter yang konyol.

Dalam film Bad Boys for Life ini terlihat beberapa scene yang diperankan oleh DJ terkenal, DJ Khaled.

Film Bad Boys for Life atau Bad Boys III akan ditayangkan perdana pada tanggal 17 Februari 2020 mendatang.

Penggemar film Bad Boys siap-siap menyaksikan kelanjutan aksi lucu Marcus dan Mike dalam film Bad Boys for Life yang tayang di bioskop Indonesia pada tanggal 17 Januari 2020. Berjarak 17 tahun dari film keduanya, film tersebut masih dibintangi oleh Will Smith dan juga Martin Lawrence.

Seri ketiga dari film Bad Boys for Life ini akan mengisahkan tentang aksi pasangan detektif Mike Lowrey (Will Smith) dan detektif Marcus Burnett (Martin Lawrence). Semua berawal dari upaya pembunuhan pada Mike Lowrey, ia dan Marcus Burnett memutuskan untuk bekerja sama untuk terakhir kalinya untuk menjatuhkan pembunuh misterius dengan tautan ke masa lalu Mike.

Berikut ini adalah 5 Fakta dari Film Bad Boys for Life, yaitu:

1. Tidak Lagi Disutradarai Michael Bay

Film Bad Boys (1998) dan Bad Boys 2 (2003) yang digarap oleh Michael Bay. Nah di film ketiga ini digarap oleh Adil El Arbi and juga Bilall Fallah, mereka merupakan sutradara film dan televisi asal Belgia. Duo ini dikenal untuk menulis dan mengarahkan film Image (2014), Black (2015), dan Patser (2018).

2. Bocoran Bad Boys for Life dari Martin Lawrence

Pada 31 Oktober 2018, pemeran Marcus a.k.a. Martin Lawrence mengunggah tweet gambar dirinya dan Will Smith di set film Bad Boys III (Bad Boys for Life) dengan tulisan “Bad Boys for life”. Tweet ini mengkonfirmasi bahwa produksi akhirnya berlangsung setelah bertahun-tahun keterlambatan.

Fakta Dari Film Bad Boys For Life 1

3. Jadwal Rilis Sempat Ditunda Berkali-kali

Awalanya Sony Pictures Entertainment mengumumkan bahwa Bad Boys III akan dirilis pada 17 Februari 2017, dan sekuel  berikutnya Bad Boys IV, dijadwalkan untuk rilis pada 3 Juli 2019.  Hingga pada Februari 2018, dilaporkan bahwa film sekuel sedang direncanakan dan akan disutradarai oleh sutradara Belgia Adil El Arbi dan Bilall Fallah dengan jadwal rilis yaitu 17 Januari 2020.

4. Album Soundtrack Diproduseri DJ Khaled

Album soundtrack berjudul “Bad Boys For Life The Soundtrack” diumumkan oleh produser eksekutifnya, DJ Khaled dan dijadwalkan untuk rilis pada 17 Januari 2020. Artis The Black Eyed Peas dan J Balvin merilis lagu berjudul “Ritmo”, pada 11 Oktober 2019. Soundtrack berisi 10 lagu ini akan dinyanyikan juga oleh Meek Mill, City Girls, Quavo, Rick Ross, Rich the Kid, Bryson Tiller, Nicky Jam, Daddy Yankee, Jaden Smith, Farruko, Pitbull, Lil Jon, Buju Banton, dan DJ Durel.

5. Mendapatkan Skor 76% di Rotten Tomatoes

Film Bad Boys for Life (2020) mendapatkan respon positif, terbukti mendapatkan skor 76% di situs Rotten Tomatoes, dari total 58 kritikus. “Adil dan Bilall … membawa angin segar dan energi menyenangkan ke waralaba yang terasa agak basi.” ucap Michael O’Sullivan dari Washington Post.

Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini – Pada awal tahun 2020, bioskop Indonesia akan disuguhkan karya-karya film terbaru.

Salah satu film Indonesia yang mulai tayang pada awal tahun 2020 ialah film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI).

Film NKCTHI ini rencanakan dirilis pada tanggal 9 Januari 2020, ternyata dalam akun Instagram resmi film NKCTHI menyatakan bahwa film ini tayang lebih cepat yaitu pada tanggal 2 Januari 2020.

film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini atau yang sering disingkat dengan singkatan NKCTHI ini akan tayang pada tanggal 2 Januari 2020.

Film ini ialah hasil adaptasi dari Novel best seller karya penulis Marchella FP dengan judul yang sama.

Kisah yang menarik dari Novel NKCTHI ini membuat Angga Dwimas Sasongko tertarik dan menyutradarai film ini.

Novel NKCTHI ini sebelumnya sudah sukses mencuri perhatian orang-orang melalui bahasan kisah yang menyentuh perasaan.

Film NKCTHI ini juga akan diproduseri oleh Anggia Kharisma berserta rumah produksi Visinema Pictures.

Sang sutradara, Angga, telah lama vakum sebagai sutradara sejak dua tahun tiga bulan.

Dia melihat NKCTHI sebagai sesuatu yang unik yang perlu untuk diangkat.

Bagi Angga NKCTHI menjadi unik karena bisa sebagai platform bagi orang-orang untuk bercerita.

Novel NKCTHI sendiri menjadi buku yang paling dicari di ujung tahun 2018,

Selain novel NKTCHI karya Marchella FP, novel 11.11 Karya dari Fiersa Besari juga sangat dicari di akhir tahun lalu.

Visinema Pictures menargetkan bahwa film NKCTHI akan tayang di layar lebar pada tahun 2020.

Sedangkan produksinya sudah dimulai pada tanggal September 2019 lalu.

Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Film ini juga bekerja sama dengan produser Hollywood yang bernama Michael Y. Chow yang berperan sebagai produser eksekutif film NKCTHI.

Angga Dwimas Sasongko mengatakan bahwa artis yang bernama Rachel Amanda akan menjadi karakter utama dari film ini.

Visinema Pictures mengunggah teaser film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) pada akun YouTube pada Senin (14/10/2019).

Kandungan-kandungan makna dari isi pesan dalam buku itu menjadi salah satu alasan Angga menjadikan buku ini menjadi film.

Cerita yang kebanyakan tentang pesan orang tua untuk masa depan anaknya menjadi hal di luar imajinasi Sutradara film ini.

Kisah NKCTHI menceritakan mengenai seorang wanita berusia 27 tahun bernama Awan yang mengirimkan surat ke anak cucunya di masa depan melalui surat-surat yang ia buat.

Pesan-pesan tersebut berisi tentang kebahagiaan, kesedihan, kegagalan, dan banyak kejadian lain yang umumnya dialami oleh semua orang.

Nama Awan sendiri dipilih karena awan selalu puny cara untuk menghibur dan menjaga bumi serta isinya.

Tetapi tidak mudah menjadi awan yang seperti diharapkan ibunya.

Baginya menjadi bohlam saja sudah cukup, untuk menerangi dan memberi kehangatan sebuah ruang yang kecil.

Asa merupakan anak pertama yang diberi pesan oleh ayahnya untuk menjaga dan melindungi adik-adiknya.

Aurora dan Awan ialah adik dari Asa, Aurora sebagai anak tengah yang paling berbakat karena dia adalah dia atlit dan seniman.

Awan sebagai anak terakhir disini diceritakan memiliki pasangan bernama Satria.

Sebelum merilis filmnya, NKCTHI terlebih dulu hadir dalam bentuk web series yang terdiri atas tiga episode.

Web series yang dibintangi oleh Rachel Amanda, Wafda Saifan, Adinda Thomas, Rio Dewanto, dan Agla Artalidia tersebut merupakan kerja sama dengan perusahaan mobil, Toyota Indonesia.

Episode pertama web series yang juga merupakan arahan dari sutradara Angga Dwimas Sasongko ini tayang perdana di Youtube pada tanggal 27 Oktober 2019.

Episode pertama NKCTHI yang tayang di kanal Youtube Toyota Indonesia itu sudah ditonton lebih dari lima juta kali.

Sedangkan episode tiga sekaligus episode penutup web series NKCTHI telah tayang pada tanggal 9 November 2019 lalu.

Dialog para tokoh dalam web series tersebut diambil dari quotes dalam buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Marchella FP.

Web series yang setiap episodenya berdurasi tidak lebih dari 15 menit tersebut menceritakan mengenai perjalanan Awan (Rachel Amanda) dan Satria (Wafda Saifan) dalam proses pencarian arah.

Bagaimana kelanjutan cerita dari keluarga ini? Akankah berakhir bahagia atau sebaliknya? saksikan hanya di bioskop pada tanggal 2 Januari 2020.

Pemain:

– Rio Dewanto sebagai Angkasa

– Sheila Dara Aisha sebagai Aurora

– Rachel Amanda sebagai Awan

– Sinyo Riza sebagai Angkasa remaja

– Nayla D. Purnama sebagai Remaja Aurora

– M. Adhiyat sebagai Angkasa muda

– Syaqila Afiffah Putri sebagai Aurora muda

– Alleyra Fakhira sebagai Awan muda

– Wafda Saifan sebagai Satria

– Ardhito Pramono sebagai kubis

– Agla Artalidia sebagai Lika

– Rania Putri Sari sebagai Intan

– Imelda Therinne sebagai Novi

– Ariyo Wahab sebagai Pak Yono

– Adinda Thomas sebagai Oka

Berikut ini adalah 6 fakta di balik larisnya buku NKCTHI yang mungkin akan membuat kamu mengangguk-angguk ataupun tercengang.

1. Dari Penulis GENERASI 90’an

Masih ingat buku Generasi 90’an? Buku nostalgia yang sukses menjadi best seller dan mempunyai 2 edisi ini ternyata memiliki penulis yang sama lho dengan buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini yaitu Marchella FP.

Wanita kelahiran tahun 90 ini memang hobi menulis. Dirinya juga merupakan mahasiswi lulusan desain, tidak heran di setiap buku-bukunya selalu dihiasi dengan ilustrasi-ilustrasi yang memanjakan mata.

2. Dibuat selama 2 tahun

Buku NKCTHI berawal dari niat Marchella untuk menerbitkan buku dengan tema yang berbeda dari buku generasi 90’an. Ia mengaku kesulitan dalam mendapatkan inspirasi dan ide untuk buku selanjutnya. Akhirnya sesudah melalui riset mendalam selama dua tahun, terbitlah buku NKCTHI ini.

Berbeda dengan Generasi 90’an, NKCTHI termasuk novel flash fiction yang dibuat berdasarkan kumpulan pengalaman banyak orang.

Tokoh dalam novel ini adalah seorang Ibu bernama Awan. Secara garis besar, novel ini menceritakan Awan, seorang ibu yang ingin menyampaikan pesan kepada anak dan cucunya di masa depan dengan membuat sebuah surat.

Setiap halamannya dituliskan secara mendalam dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sehingga tidak heran cerita dalam novel NKCTHI ini sangat ‘mengena’ dalam kehidupan.

3. Berawal dari instagram

Tahukah kamu, sebelum buku NKCTHI terbit ternyata Marchella telah membuat akun instagramnya terlebih dahulu. Akun instagram yang diberi nama @nkcthi ini sudah ada sejak Febuari 2018.

Instagram tersebut berisi post gambar ilustrasi dan quote-quote tentang kehidupan. Nantinya post gambar yang sudah di-upload di instagram tersebut akan menjadi bagian dari buku NKCTHI.

Tidak jarang pula akun @nkcthi ini membuat pertanyaan di IG Story tentang masalah kehidupan sehari-hari. Bisa dibilang akun ini merupakan akun buka-bukaan dan tempat curhat segala umat.

Hingga sekarang akun @nkcthi telah mencapai lebih dari 400k followers. Angka ini bahkan mampu mengalahkan followers penulisnya sendiri!

Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini 1

4. Pre-order laris manis

Popularitas NKCTHI memang sudah meroket, bahkan sebelum bukunya terbit. Tak heran, pada saat masa pre-order dibuka, buku ini langsung ludes hanya dalam hitungan menit.

Pre-order pertama terjual sebanyak 500 eksemplar hanya dalam waktu 2 menit. Disusul dengan pre-order kedua sebanyak 4 ribu eksemplar dalam waktu 7 menit. Selanjutnya pre-order ketiga sebanyak seribu eksemplar yang terjual ludes hanya dalam waktu semalam saja. Wow!

5. Cetakan keenam

Penjualan perdana buku fisik NKCTHI dimulai pada hari Sabtu tanggal 27 Oktober 2018. Senada pre-order bukunya, buku karya Marchella FP ini berhasil sold out dalam waktu yang singkat. Kabarnya, hanya butuh waktu 1 jam saja, buku NKCTHI sebanyak 2 ribu eksemplar ludes terjual.

Hingga artikel ini dibuat, total rekapitulasi penjualan se-Pulau Jawa juga menunjukkan angka mencengangkan yaitu lebih dari 5 ribu eksemplar sold out hanya dalam waktu sehari. Hingga sekarang buku NKCHTI telah memasuki cetakan keenam!

6. Playlist di Spotify

Untuk semakin membangun mood pembaca pada saat membaca buku NKCHTI, Marchella FP secara khusus dan spesial membuat sebuah playlist di Spotify dengan judul, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.

Marchella merekomendasikan para pembaca untuk membaca buku NKCHTI sambil mendengarkan lagu-lagu di playlist yang telah ia buat. Dalam playlist-nya tersebut Marchella telah memilihkan lagu-lagu yang dapat membangun emosi para pembacanya.

Tidak sedikit dari para pembaca NKCTHI yang meneteskan air mata saat mendengar sekaligus membaca buku NKCHTI.